Ikatan Guru Indonesia : Penghapusan Ujian Nasional Harusnya Tahun Depan,Bukan Tahun 2021


Ketua umum yang mengurus pusat ikatan guru indonesia, Muhammad Ramli Rahim mengungkapkan bahwa seharusnya ujian nasional (UN) dihapus pemerintah pada tahun depan 2020 kalau 2021 kelamaan katanya.

Ujian nasional akan dihapus

Dihapusnya (UN) dengan alasan ujian nasional tidak memberikan manfaat yang signifikan apalagi jika sekolah itu jauh tertinggal.

"Mengingat dampak dari hasil ujian nasional tidak terlihat sama sekali di lapangan dan kalau ujian nasional dianggap sebuah pemetaan maka sebenarnya ujian tidak ada arti sama sekali" ungkapnya
malahan IGI menilai,ujian nasional ini turut ikut berkontribusi dalam penurunan kemampuan siswa-siswa didik indonesia.

Menurut beliau anak-anak tidak seharusnya masih belajar bagaimana mengembangkan kemampuan sesuai dengan kemauan dan minat serta bakat mereka dan mengembangkan kemampuan nalar juga menguasai teory basic.

Namun tindakan yang perlu mereka lakukan ialah mulai melakukan banyak macam cara untuk mendapatkan nilai tinggi di ujian nasional.

Nah hal ini lah yang akan mendorong banyak bimbingan untuk persiapan Ujian Nasional dan juga seleksi untuk masuk PTN.

"Bukan untuk meningkatkan kemampuan murid namun cuma ada untuk membuat murid-murid supaya mampu menjawab semua soal dengan benar walaupun mereka tidak faham maksud dari soal tersebut".

Tidak hanya untuk siswa IGI pun juga memberikan pekerjaan rumah, harapan terhadap pemerintah untuk ikut memperhatikan nasib para anak didik atau guru honorer.

Pemerintah harus pandai mengelolah anggaran yang dibutuhkan untuk pengangkatan guru, tercatat bahwa ada 52% guru di indonesia tidak jelas status nya,pengantakan nya apalagi gaji nya semua masih terbilang belum ada kejelasan.

Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI resmi mengganti ujian nasional ( UN) dengan Assesmen Kompetensi, minimum dan survei karakter akan dimulai pada tahun 2021.

Baca juga :  20 Peluang Usaha Sampingan , Terbukti Menjanjikan

Tentunya Berbasis Komputer

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim akan memastikan bahwa program asesmen kompetensi minimum akan dilaksanakan berbasis komputer.

"Standar Nasional untuk terjun ke program ini memang sudah harus berbasis komputer" ujar Nadiem Kariem, program ini diciptkaan untuk mengganti program ujian nasional ( UN) walaupun akan dihapuskan bukan berarti tak mencari solusi untuk pegganti nya.

Walaupun rencana sudah matang tetapi Nadiem  Makarim mengatakan masih ada kendala.karena tak disetiap daearah bisa melakukan program dengan berbasis komputer, tetapi harap bersabar pembenahan terhadap masalah ini akan di atasi tahun ini juga.

"Ini adalah PR kita untuk memastikan bahwa disetiap daerah yang tadinya tidak bisa ikut dalam menjalankan program ini menjadi bisa bergabung untuk ikut dalam program ini dengan berbasis komputer" jelas Nadiem  Makarim.

Seperti yang sudah kita ketahui Nadiem Makarim sudah membocorkan program pengganti ujian nasional  (UN) dia juga sudah memastikan bahwa untuk program UN akan tetap dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang.

Program pengganti asesmen kompetensi minimum dan survey karakter akan di mulai pada tahun 2021 paling kurangnya 1 tahun lagi barulah program ini sah berjalan.

Adapun alasan Nadiem Makarim mengganti program ujian nasional ( UN) dan mengeluarkan program merdeka belajar sebelum genap 100 hari kerja.

Program kebijakan 'Merdeka Belajar' tersebut sudah meliputi ujian USBN ( Ujian Berstandar Nasional), pergantian program ujian ( UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru/ zonasi.

Nadiem Makarim melakukan diskusi lalu ditemukannya program ini merupakan hasil dari diskusi bersama pendidik,dan juga stakeholder dunia pendidikan.

" Ini lah hasil dari diskusi instensif yang di ikuti ratusan stakeholder Guru,kepala dinas,kepala sekolah,pengamat pendidikan,dosen dan pakar pakar indonesia dibidang pendidikan" kata Nadiem.

Asesmen kompetensi minimum dan survei karakter merupakan salah satu program yang paling efektif untuk menggantikan program ujian nasional ( UN ).

Pengganti UN akan berjalan pada tahun 2021,untuk tahun depan 2020 program UN masih tetap dilaksanakan seperti semestinya.


LihatTutupKomentar